Jumat, 20 Januari 2012

I. Prinsip Fisika Dalam Pemeliharaan Alat-Alat Keperawatan

1. VENTILATOR


Ventilator adalah sebuah alat yang digunakan untuk membantu proses ventilasi dalam mempertahankan oksigenasi. Indikasi pemasangan ventilator ini biasanya pada pasien dengan gagal nafas dan operasi tekhnik hemodilusi. Karena alat ini menggunakan sumber daya listrik dalam pemanfaatannya, sehingga termasuk ke dalam alat Elektronika. Adapun Cara pemeliharaannya yaitu :

1. Hindari dari goncangan. Karena mengingat peralatan elektronika sangat peka terhadap goncangan.

2. Hindari menggunakan peralatan dari medan magnet yg kuat agar sensitifitas tidak berubah.

3. sebaiknya menggunakan suhu ruangan antara 180C – 250C karena alat tidak tahan pada suhu di atas 250C.

4. Hindari dari kotoran / debu,

5. selain itu, Pengetahuan dan ketrampilan dlm penggunaan alat juga sangat penting diketahui, untuk meminimalisir terjadinya kerusakan, diantaranya yaitu:

a. Sasaran pengukuran telah dipahami.

b. Persiapan metode, waktu dan program pengukuran.

c. Kondisi peralatan.

2. GUNTING

Gunting adalah alat mekanik yang terbuat dari logam yang digunakan untuk memotong. Oleh Karena bahan bakunya dari logam, maka sering menyebabkan karatan.

Dan Cara pemeliharaannya yaitu:

1. Harus disimpan ditempat yg memiliki suhu tinggi ( lebih kurang 370C )

2. Lingkungan kering ( perlu memakai silikon sebagai penyerap uap air )

3. Harus bebas dari kotoran/debu yang melekat kemudian diolesi dgn minyak baik minyak oli, minyak rem atau parafin cair.

3.HANDSCHOEN (SARUNG TANGAN KARET)

` Disamping mencuci tangan dalam meminimalisasi penularan penyakit, handschoen atau sarung tangan juga merupakan alat yang mutlak harus dipergunakan oleh petugas kesehatan, termasuk perawat. Karena alat ini terbuat dari bahan karet, sehingga menyebabkannya mudah sekali meleleh dan melengket jika disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama. Untuk menghindari terjadinya kerusakan, maka harus dilakukan perawatan, diantaranya:

· Setelah dipakai, dicuci dengan sabun

· Dijemur dibawah terik matahari

· Ditaburi talk pada seluruh permukaan karet.

4. TEST TUBE (TABUNG REAKSI)


Tabung reaksi yaitu bahan gelas yang dipakai dalam laboratorium medis, yang fungsinya untuk mereaksikan zat-zat kimia dalam skala kecil/jumlah yang sedikit. Selain itu tabung reaksi juga memiliki kelemahan, dimana dia mudah pecah, mudah tumbuh jamur sehingga dapat mengganggu daya tembus sinar, dan biasanya mudah timbul goresan bila dibersihkan dengan kain katun.

Karena adanya kelebihan dan kelemahannya, maka Cara pemeliharaannya yaitu:

Penyimpanan pada suhu 270C – 370C dan diberi penerangan 25 watt.

Ruangan diberi silikon sebagai zat higroskopis.

Gunakan alkohol, acetone, kapas dan pompa angin untuk membersihkan debu.

Pada saat memanaskan harus diatas kawat kasa, boleh secara langsung asal bahan dari pyrex.

Gelas yg akan direbus dimasukkan ke air dingin terlebih dahulu, baru kemudian dipanaskan secara perlahan-lahan

Setelah selesai dipakai, gelas terlebih dahulu dibersihkan, bisa menggunakan air bersih, detergent(penghilang lemak), maupun larutan.

5. VACUM EXTRACTIE / EKSTRAKSI VAKUM






Merupakan alat kesehatan yang terbuat dari bahan baku gelas. Biasanya digunakan untuk melahirkan kepala janin, yang ditempelkan pada kulit kepala janin dari rahim seorang ibu yang masih memiliki tenaga meneran. Alat ini terdiri dari cawan penghisap, botol penghisap, dan pompa penghisap. Karna alat ini terbuat dari bahan baku gelas, jadi pada dasarnya sama dengan cara pemeliharaan tabung reaksi.


I. Penerapan Fisika Dalam Memberikan Asuhan Keperawatan

Dalam pemberian asuhan keperawatan ada 5 tahapan yang harus dilakukan, yaitu Pengkajian, Diagnosa, Interpensi/ perencanaan, implementasi/ tindakan, dan Evaluasi. Yang pertama yaitu pengkajian. Salah satu alat yang menggunakan penerapan fisika dalam proses pengkajian, yaitu termometer yg merupakan alat untuk mengukur suhu (temperatur), ataupun perubahan suhu. Termometer yang paling umum digunakan yaitu termometer air raksa. Prinsip dasar dari termometer ini yaitu proses pemuaian yang merupakan indeks temperatur. Air raksa akan membeku pada suhu -40­­0C dan titk uapnya berkisar diatas 3600C.

Selain termometer, stetoskop juga digunakan dalm proses pengkajian. Alat ini biasanya digunakan untuk mendengarkan detak jantung, mendengarkan bising usus, dan biasanya juga digunakan oleh perawat ketika mengukur tekanan darah pasien. Pada penggunaan alat ini berlaku hukum / Azas Doppler, yang mana sumber bunyinya adalah detak jantung/ suara bising usus dan perawat sebagai pengamat. Serta banyak lagi alat-alat lain yang menggunakan prinsip fisika dalam proses pengkajian seperti tensimeter, dll.

Yang kedua diagnosa. Contoh alat yang menggunakan penerapan fisika yaitu pada penggunaan USG. Lewat USG dokter bisa melihat kelainan-kelainan di rahim ibu, misalnya mendiagnosa adanya kista, myoma atau lainnya. Manfaat lain pemeriksaan USG untuk mendeteksi apakah kehamilan terjadi di dalam atau di luar kandungan. Prinsip USG adalah menggunakan bunyi berfrekuensi tinggi sehingga komplikasi di dalam rahim dapat segera diketahui.Dengan teknologi gelombang bunyi berfrekuensi tinggi dok¬ter dapat mengukur janin agar tanggal persalinan diketahui, melihat jumlah janin yang ada di rahim, serta melihat posisi janin dan letak plasenta. selain dari USG alat yang biasa digunakan dalam mendiagnosa suatu penyakit yaitu ST Scan, Radioisotop, dll.

1 komentar: